Resensi novel Harimau!Harimau lengkap | Sinopsis novel Harimau!Harimau!

RESENSI NOVEL HARIMAU! HARIMAU!

Judul novel : Harimau! Harimau!

Penulis : Mochtar lubis

Penerbit : Yayasan Obor Indonesia

Tebal buku : 214 halaman

Sinopsis Novel Harimau!Harimau!


Novel ini bercerita mengenai 7 orang pencari damar yang ketika sedang dalam perjalanan pulang menuju kampungnya, mereka diserang dan diburu oleh seekor harimau buas di hutan belantara. Secara umum, cerita novel ini terpusat pada penokohan Buyung, salah satu yang termuda diantara kelompok pencari damar tersebut. Meskipun begitu, tokoh-tokoh yang lain juga diceritakan secara rinci sehingga kita bisa mengetahui kepribadian tokoh-tokoh lainnya dengan lebih baik. Contohnya seperti Wak Katok, seorang dukun dan ahli ilmu gaib. Ada juga Pak Haji, seorang yang religius namun memiliki masa lalu yang suram. Begitu pula dengan keempat tokoh lainnya, yakni Pak Balam, Sanip, Sutan dan Talip. Ketujuh orang itu memiliki kepribadian yang berbeda satu sama lainnya, dan serangan-serangan Harimau tersebut akhirnya membuka dosa masa lalu mereka satu-persatu. Belum ditambah dengan adanya konflik internal yang semakin memuncak diantara mereka. Seperti apakah dosa masa lalu mereka? Lalu, apakah mereka akhirnya dapat keluar dari hutan tersebut dengan selamat? Novel ini menyajikan jalinan cerita yang sangat menarik dan penuh dengan pelajaran yang dapat dipetik oleh pembacanya. Perjalanan yang diceritakan oleh Buyung dan kawan-kawan merupakan suatu pengalaman yang amat menegangkan. Situasi was-was akibat ancaman serangan harimau akhirnya membuka karakter asli masing-masing mereka, dan sangat menarik untuk dibaca karena membuat rasa penasaran semakin meningkat setelah mengetahui fakta-fakta yang selama ini tersembunyi. Terutama setelah salah satu dari mereka sekarat dan mulai mengajak yang lain untuk mengaku dosa sebelum dibunuh oleh harimau tersebut. Pembaca akan dibawa menuju rasa penasaran dalam situasi yang menegangkan, setidaknya itulah yang saya rasakan ketika membaca novel ini. Konflik yang terjadi pun cukup intens, sehingga dapat kita petik pelajaran "bunuhlah harimau yang ada dalam dirimu sendiri, sebelum membunuh harimau yang memburu kalian," seperti yang dikatakan salah seorang dari mereka ketika sedang sekarat akibat terkaman sang harimau. Bahasa yang digunakan oleh penulis memiliki nilai sastra yang cukup tinggi, namun rasanya tidak sulit bagi para pembaca untuk memahami alur cerita secara keseluruhan. Saya menamatkan buku ini dalam waktu kira-kira 3 hari karena memang jumlah halamannya tidak begitu banyak. Selain itu, banyak pula aspek-aspek moral yang dapat kita ambil ketika selesai membaca novel ini. Seperti kepercayaan akan sesama, keberanian mengungkapkan sesuatu, dan lain-lain. Bagi mereka yang saat ini masih berstatus pelajar, rasanya novel yang ditulis oleh Mochtar Lubis ini wajib menjadi bacaan di kala senggang.


 

 

Keunggulan buku (NOVEL)Harimau!Harimau!:

Cover novel ini bagus, dengan perpaduan warna orange dan hitam  serta gambar seekor harimau dan seseorang yang sedang memegang senapan. Dari sini pembaca dapat merasakan bahwa cerita dalam novel ini pasti penuh dengan ketegangan. Selain itu gaya bahasa yang digunakan juga mudah dipahami oleh pembaca.

Kelemahan buku Harimau!Harimau!:

Terdapat kata-kata yang kasar dalam novel ini. Dimana kata-kata itu muncul saat konflik yang terjadi antar tokoh, contohnya seperti kata "bangsat". Terdapat beberapa kalimat yang menggambarkan pornografi, sehingga dari sini dapat diketahui bahwa novel ini di tujukan untuk orang dewasa. Selain itu juga terdapat beberapa kata-kata yang salah ketik  dan beberapa kalimat yang tidak sesuai dengan EYD dalam novel ini. Akhir cerita dalam novel ini tidak jelas, seolah-olah ceritanya masih bersambung.

 

Amanat yang dapat diperik dari novel Harimau!Harimau!

Novel ini mengajarkan kita bahwa dalam hidup kita harus saling tolong menolong sebab kita tidak hidup sendiri dan tak ada manusia yang sempurna di dunia ini. Setiap manusia  harus belajar hidup dengan kesalahan dan kekurangan manusia lain. Kita juga  harus selalu bersedia memaafkan kesalahan orang lain dan janganlah menaruh dendam kepada orang lain seperti kalimat yang terdapat dalam novel ini "Bunuhlah harimau dalam hatimu". Selain itu juga novel ini mengingatkan kita agar kita selalu ingat kepada Tuhan, jangan percaya pada hal-hal yang bersifat tahayul.

Comments